Hari Ahad, 8 Maret 2009 Kami sekeluarga, Bapak, Ibu, Adzka, Diba, Ghozi, Aisyah, Aqila, Aulia, ditambah Mbak Indah dari Semarang, pergi ke kampus Universitas Jember untuk berekreasi mengikuti babak semi final diteruskan babak final olimpiade mateatika yang diselenggarakan oleh Mathematics Student Club FKIP Univ. Jember. Awalnya Aulia yang masih berumur 10 bulan ditinggal di rumah dengan Bu Ujang – beliau ini pengurus rumah tangga yang sehari-hari berjasa menyelenggarakan kelancaran jadwal kehidupan di rumah seperti menyiapkan menu dan memandikan anak-anak. Tapi karena hari ini Bu Ujang yang biasa dipanggil Mamak oleh anak-anak ini hatus pulang siang karena mempersiapkan Maulid di kampungnya, “terpaksa” si kecil Aulia kita jemput untuk joint dengan lainnya sekitar jam satuan siang.
Acara test semi final dilaksanakan sekitar 1 jam antara jam 9 sampai jam 10. Soalnya uraian semua sebanyak 10 soal. Pesertanya sekitar 100-an anak lebih sedikit, yaitu yang lolos penyisihan dari Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, dan Probolinggo.
Di antara yang ikut semi final ini kita menjagokan 2 nama yaitu Reza, dan Adzka. Soalnya selain mereka berada pada urutan 1 dan 2 pada babakpenyisihan, sepertinya mereka memang mantep deh, pokoknya cukup meyakinkan dan membikin cemas para kompetitornya. Reza, jebolan karantina timnas IMSO 2008 sampai tahap seleksi terakhir, sedang Adzka memperoleh perak OSN Makassar 2008.
Akhirnya ketika nama 10 finalis diumumkan, sesuai harapan kita, masih saja 2 nama itu menduduki tempat semula yaitu urutan 1 dan 2. Yang mengejutkan, ternyata Fahmi dari MI At-Taqwa Bondowoso malah berhasil lolos babak Final dan merupakan satu-satunya wakil Bondowoso yang berhasil masuk Final. Cukup mengejutkan, karena selain anaknya baru kelas 5, penampilan selama persiapan di Rumah Belajar Matematika masih kurang meyakinkan. Dan ternyata nilai semifinalnya adalah 158, merupakan tepat di urutan ke-3 setelah Reza dan Adzka. Peringkat totalnya adalah no 8 disebabkan hasil babak penyisihannya kurang bagus. Kelihatannya pembelajaran di Rumah Belajar Matematika memang cukup meyakinkan, he he …..
Acara selanjutnya adalah babak final yng detilnya saya kurang paham karena tidak mengikuti. sepertinya ada main-main merangkai entah apa, terus cepat tepat atau apa. Yang beginian memang lebih kepada acara main-mainnya para mahasiswa itu yang butuh hiburan. Cuma untungnya saja panitia tahun ini mau mendengarkan saran kita untuk mengakumulasi nilai sejak babak penyisihan, sehingga pekerjaan anak mengerjakan soal yang cukup sulit pada babak penyisihan dan – terutama – pada babak semifinal, dihargai dengan semestinya, tidak menguap seperti pada tahun 2006, atau 2007. Pada tahun 2008 kemarin mereka mengakumulasi nilai tetapi dengan pembobotan yang agak kecil pada nilai penyisihan. Tapi tahun ini rupanya diakumulasi langsung seluruh nilai tanpa penggunaan perbedaan bobot. Bagus jugalah. Sedikitnya para mahasiswa itu ternyata masih punya nalar juga.
Nilai akumulasi terakhir, reza tetap tidak terkejar, sehingga masih bertahan di peringkat 1, demikian juga Adzka masih di peringkat 2. Sedangkan Fahmi turun sedikit menjadi peringkat 9. Nah setelah selesai pembagian hadiah (ada uangnya), kita datang ke panitia sambil memberitahu: mas, mbak panitia, lain kali mbok ya jangan mau-maluin unej seperti itu. Wong judulnya saja OLIMPIADE MATEMATIKA TINGKAT JAWA TIMUR kok tropinya kecil sekali seukuran dengan piala lomba tartil membaca surat al-ikhlas antar kelas tingkat TK. Wong biaya pendaftarannya saja 40 000 rupiah (2 kali rata-rata biaya kebanyakan lomba sejenis) lha kok pialanya diberi yang hargananya 25 ribu rupiah!
Saat mau pulang, sekilas kita tengok sertifikat yang diberikan: lho! isinya cuma sertifikat finalis! Ini kok panitia serba tidak profesional, belum tahu bahwa mestinya sertifikatnya bukan begitu. Mestinya mereka janganĀ sok pinter mau tanya sana tanya sini sebelumnya, kan bisa lebih bagus. Padahal kita siap jadi konsultan gratis lho…!. Mungkin penampilan kita kurang meyakinkan. Baru kali ini ada lomba yang pemenangnya tidak diberi sertifikat pemenang. Pokoknya luchu deh.
Nah karena luchu, saatnya sekarang anda untuk tertawa………



Halo pak, bisa minta soal2 waktu lomba di Jember tdk? Terimakasih.
Wassalam…