Profil: Ahmad Mutafakkir Alam
Updated :
9/14/2008
Biografi singkat Alam.
Pendiam, “lelet” kalau ditanya, namun mampu berprestasi di tingkat Internasional
Alam adalah nama yang biasa digunakan teman-teman dan gurunya untuk memanggil anak yang bernama lengkap Ahmad Mutafakkir Alam ini. Perawakannya kecil tinggi dengan suara “cempreng”, yang untungnya saja jarang digunakan, karena Alam memang anak yang super pendiam. Bahkan kalau ditanya seseorang, seringkali harus diulang pertanyaannya beberapa kali baru menjawab. Entah karena tidak mendengar disebabkan sedang berpikir yang lain, atau karena tidak tahu apa yang harus dijawabkan atau karena males menjawab, hanya Alam sendiri yang tahu sebenarnya.
Perkembangan kecerdasan Alam memang terlihat sejak masih usia amat dini. Pada usia kurang lebih satu setengah tahun, anak yang lahir di Magelang Mei 1995 ini sudah mampu berbicara dengan baik. Ia mampu menirukan kalimat yang terdiri 8 kata terdiri dari 16 suku kata. Menurut ayahnya, kemampuan itu termasuk yang istimewa, karena dari adik-adiknya tidak satupun yang berhasil menirukan frasa panjang sebaik Alam pada umur yang sama. Bahkan kebanyakan adiknya belum mampu melafalkan huruf dengan baik pada umur segitu. Selain mampu menirukan frasa yang panjang, Alam pada usia dini tersebut juga telah mampu melafalkan huruf dengan benar termasuk huruf sulit seperti “R”. Demikian juga, konsonan-konsonan di depan vocal masing-masing suku juga terucap dengan benar, misalnya bola akan diucapkannya sebagai “bola” bukannya “ola”.
Selain itu, kemampuan menghafalnya – pada usia dini tersebut – juga luar biasa, ini menurut penilaian relaitf dari ayahnya. Pada usia di bawah 3 tahun Alam sudah menguasai seluruh bacaan sholat dengan lengkap, mulai dari surat Al-fatikhah hingga bacaan tasyahud. Penilaian kemampuannya ini selalu dibandingkan secara relative dengan kemampuan adik-adiknya. Karena misalnya, adiknya yang bernama Ghozi sudah kelas 1 SD pun masih kacau bacaan sholatnya. Meskipun tidak diketahui secara jelas apakah perbedaan kemampuan tersebut karena perbedaan bakat ataukah karena adik-adiknyatidak memperoleh perhatian sebesar ketika orang tuanya hanya mengurus satu anak.
Pada saat sekolah di TK, entah kenapa Alam betul-betul tidak enjoy. Sama sekali kelihatan tidak bisa menikmati pelajaran menyanyi, bertepuk tangan, dan sebagainya yang diajarkan guru-guru TK. Apakah barangkali di lebih suka berpikir, sebagai akibat pemilihan namanya Mutafakkir Alam, yang berarti orang yang berpikir secara serius mengenai Semesta? Kelihatan bahwa Alam sama sekali tidak bersemangat semasa menjadi siswa Taman Kanak-kanak. Keharusan untuk bernyanyi misalnya kelihatannya merupakan “siksaan” baginya. Sampai sekarangpun Alam hampir tidak pernah bernyanyi.
Yang jelas saja, menurut penilaian gurunya di TK, Alam termasuk anak yang “kurang” . Dalam kalimat yang lebih terus terang, Alam adalah termasuk anak yang dikategorikan bodoh saat di TK. Kebetulan penampilannya betul-betul mendukung penilaian tersebut. Kalau ditanya apa-apa, anaknya tidak bisa menjawab, kalau diajak komunikasi tidak merespon, sementarasorot matanya juga tidak menampilkan ciri kecerdasan sama sekali.
Untuk menghibur hati orang tuanya, pernah guru TK-nya bilang ke Ibunya Alam: “Masih lumayan, lho Bu, selain Alam masih ada beberapa anak yang lebih parah keadaannya”. Artinya, gurunya mau bilang bahwa untung Alam masih bukan yang terjelek di kelasnya. Jadinya dia tidak bodoh-bodoh nemen (tidak keterluan bodohnya). Kalau melihat prestasi Alam sekarang barangkali boleh dikatakan bahwa kelihatannya TK-nya telah gagal mengajari dia sesuatu yang berarti. Ataukah Alam memang tidak menemukan TK yang bisa mengakomodir anak bertipe seperti dirinya? Entah juga.
Memasuki kelas 1, awalnya barangkali karena pengaruh TK-nya masih belum hilang, Alam belum menunjukkan gejala kecerdasan yang lebih. Nilainyapun berada di daerah rata-rata kelas. Cuma kelihatan kemampuan tahfidz dia yang luar biasa. Kebetulan saat itu Alam bersekolah di SDIT yang punya jam tahfidz yang tinggi. Akhir kelas 1, Juz Amma tinggal 2 surah barangkali yang belum hapal. Cara menghapalnya sederhana sekali, hanya mengulang-ulang mendengar rekaman, beberapa kali kemudian hapal.
Pada triwulan 2, mulai kelihatan bahwa Alam adalah anak yang cerdas. Nilai di kelas sudah menduduki peringkat the best ten. Dan pada kenaikan kelas Alam sudah menduduki rangking 2 (rangking pertamanya perempuan – lebih telaten!). Namun kelihatan diakui teman-temannya bahwa Alam sebenarnya yang lebih cerdas.
Sayangnya, di kelas 2 awal, Alam harus pindah sekolah, karena ayahnya harus kembali ke Jember. Dari SDIT yang punya jam tahfidz, Alam pindah ke SD Muhammadiyah 1 Jember. Karena tidak sempat mengulang hapalannya, lama kelamaan Juz Ammanya, hampir semuanya hilang dari hapalan, tinggal beberapa surat pendek yang biasa digunakan pada saat sholat.
Penerimaan rapot pertama di SD yang baru, sekali lagi nilai Alam turun ke daerah rata-rata kelas. Namun pada rapotan berikutnya sudah kembali ke posisi wajar (selalu di sekitar urutan 4 – 7, di atasnya biasanya anak-anak perempuan yang lebih peduli terhadap nilai). Alam sendiri sebenarnya tidak terlalu peduli dengan nilai rapot ataupun peringkat di kelas. Tidak pernah berusaha secara serius untuk meraih ranking, karena memang tidak begitu peduli dengan masaah tersebut. Jadi posisi 4 – 7 tersebut adalah posisi enjoy yang datang dengan sendirinya. Dapat diperkirakan bahwa jika Alam mau sedikit berusaha maka akan dengan mudah menempati posisi rangking pertama. Haltersebut terbukti ketika kelas VI, setiap dilakukan try-out, hampir selalu posisi 1 di SD Muhammadiyah diduduki Alam.
Prestasi Matematika – dimulai dengan ketidaksengajaan
Pada awalnya Alam tidak sengaja menyeriusi lomba matematika. Tidak ada cita-cita sama sekali untuk menjadi juara di bidang matematika. Kebetulan saja pada saat pengiriman lomba siswa berprestasi tingkat Kecamatan Sumbersari, Alam termasuk 5 anak kelas V yang menjadi wakil SD Muhammadiyah. Dari serangkaian test terhadap anak-anak perwakilan SD se-kecamatan tersebut, ternyata nilai test matematika Alam selalu tertinggi. Dengan demikian Alam berhak menjadi wakil Sumbersari di lomba sejenis di tingkat Kabupaten Jember.
Lucunya, sebenarnya Alam mewakili SD Muhammadiyah bukan pada bidang Matematika melainkan IPS. Namun ternyata panitia di UPTD Pendidikan Kecamatan Sumbersari mengharuskan setiap siswa, mewakili bidang apapun harus dicoba mengerjakan semua soal untuk semua mata pelajaran yangdiujikan. Ternyata, ketika diberi soal ujian, justru nilai matematika Alam lebih bagus dibanding nilai IPS, dan lebih bagus melebihi wakil-wakil matematika dari SD-SD yang lain. Oleh karena itu panitia Kecamatan memutuskan untuk menempatkan Alam sebagai wakil bidang matematika.
Kebetulan pada awal tahun 2006 JPSM (Jaringan Pengembangan Sekolah Muhammadiyah) Jawa Timur mengadakan lomba matematika antar SD/MI Muhammadiyah se-Jatim. Karena Alam di Kecamatan Sumbersari sudah terbukti paling top matematikanya, diputuskan bahwa Alam akan menjadi wakil SD Muhammadiyah pada lomba tersebut. Dan untuk mempersiapkan, mulailah Alam mengikuti pembinaan matematika di luar jam pelajaran.
Berikut disenaraikan sedikit tentang riwayat sekolah dan prestasi yan telah dicapai Alam.
Data Pribadi
| Nama Lengkap | : | AHMAD MUTAFAKKIR ALAM |
| Nama panggilan | : | Alam |
| Tempat, tanggal lahir | : | Magelang, 18 Juni 1995 |
| Urutan dalam keluarga | : | Anak ke 1 dari 7 bersaudara |
| Nama orang tua | : | |
|
Ayah |
: | Ir. Tasliman, M.Eng. |
|
Ibu |
: | Siti Nurul Khasanah, SSi. |
| Alamat Rumah | : | Pondok Bedadung Indah U-10 Jember |
| Sekolah | : | SMP Semesta, Semarang |
Riwayat Sekolah
|
Nama sekolah |
Tingkat |
Kelas |
Tahun |
| TK ABA Sumbersari, Jember |
TK |
A – B |
1999 – 2001 |
| SDIT Zaid Bin Tsabit, Magelang |
SD |
1 – 2 |
2001 – 2002 |
| SD Muhammadiyah 1 Jember |
SD |
2 – 6 |
2002 – 2007 |
| SMP Semesta, Semarang |
SMP |
1 – 2 |
2007 – sekarang |
Prestasi
|
No |
Penghargaan / Sebagai |
Pada |
Tingkat |
Penyelenggara |
Tanggal |
|
1 |
Juara I |
Lomba Membaca Bacaan Sholat |
Intern TK |
TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Sumbersari |
29 Juni 2001 |
|
2 |
Juara I Olimpiade kelas IV |
Olimpiade Agama Islam Tingkat SD Kec. Sumbersari |
Kecamatan |
Pimpinan Ranting Aisyiyah Karimata Cabang Sumbersari, |
10 Oktober 2004 |
|
3 |
Peringkat 1 Matematika |
Lomba Siswa Berprestasi Kec. Sumbersari 2005 |
Kecamatan |
UPTD Pendidikan Kecamatan Sumbersari, Jember |
13 September 2005 |
|
4 |
Peringkat 2 Siswa Berprestasi |
Lomba Siswa Berprestasi Kec. Sumbersari 2005 |
Kecamatan |
UPTD Pendidikan Kecamatan Sumbersari, Jember |
13 September 2005 |
|
5 |
Juara II |
Olimpiade Matematika SD/MI Muhammadiyah se-Jawa |
Propinsi |
JPSM (Jaringan Pengembangan Sekolah Muhammadiyah) Jawa |
25 Pebruari 2006 |
|
6 |
Peringkat 10 |
Olimpiade Matematika SD/MI se-Jawa Timur 2006 |
Propinsi |
Mathematics Students’ Club FKIP Universitas Jember |
9 April 2006 |
|
7 |
Juara II |
Olimpiade Matematika SD/MI se-Jawa Timur 2006 |
Propinsi |
HIMATRIKA – FMIPA Universitas Negeri Surabaya |
30 April 2006 |
|
8 |
Juara I Matematika |
Seleksi Olimpiade MIPA SD/MI Tingkat Kabupaten |
Kabupaten |
Dinas Pendidikan Kabupaten Jember |
2006 |
|
9 |
Peringkat Perak Matematika |
Olimpiade MIPA SD / MI Tingkat Propinsi Jawa Timur |
Propinsi |
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur |
22 Juli 2006 |
|
10 |
Peringkat 14 Nasional |
Kompetisi Matematika Nalaria Realistik se-Indonesia |
Nasional |
Klinik Pendidikan MIPA |
20 Agustus 2006 |
|
11 |
Bronze Medal |
International Mathematics and Science Olympiad |
International |
Directorate General of Primary and Secondary Education |
17 November 2007 |
|
12 |
Peringkat 9 Nasional |
Kompetisi Matematika Pasiad se-Indonesia III |
Nasional |
Pasiad Indonesia |
Maret 2007 |
|
13 |
Juara I |
Uji Kompetensi Daya Serap SD se-Kabupaten Jember |
Kabupaten |
Dinas Pendidikan Kabupaten Jember |
24 April 2007 |
|
14 |
Juara II |
Olimpiade MIPA SD / MI Tingkat Propinsi Jawa Timur |
Propinsi |
Mathematics Students’ Club FKIP Universitas Jember |
29 April 2007 |
|
15 |
Certificate of Merit |
Hong Kong Elementary Mathematics International |
International |
International Youth Mathematics Contest 2007, Hong |
2 Agustus 2007 |
|
16 |
Perwakilan Kota Semarang |
Olimpiade Sains Siswa SMP/MTs Tingkat Propinsi Jawa |
Propinsi |
Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah |
18 Juni 2008 |



subhaanallah….
bagaimana cara Pak Tas dan Ibu mendidik putranya, sampai menjadi anak yang pinter seperti itu, bahkan punya banyak prestasi….
saya salut banget pak….
komentar ap y,,,,,,,,,???
jd bgung…………hehehehee
alam….gmn klo kita main game aj,,,,,,,!!!!
jgn terlalu sering belajar!!hanya org yg otakny dangkal aj,yg sering belajar,,,,,,,,,!!!!!
mmmmm..saluttttt..
bener2….mudah2an gedenya bisa bantu negara ini de biar makin maju..
thankz..
Moga2 adik2nya bs mengikuti jejak kakaknya ngoleksi berbagai piala. Amin…
Nanti kalau udah banyak bkn musium Juara sendiri he…he….he…..
Jadi ngiri………..
Generasi muslim ‘kudu’ Pinter… mak nyuuuusssss…….
he……he…..he……