Feeds:
Tulisan
Komentar
Ghozi berkesempatan berfoto bersama Pak Ridwan

Ghozi berkesempatan berfoto bersama Pak Ridwan

Pada Hari Sabtu 14 Maret 2009 telah diadakan Kompetisi MNR di SMP Al-Hikmah Surabaya. Rombongan KeluargaKita berangkat dari Jember sehabis Sholat Maghrib hari Jum’at. Ikut dalam rombongan ini Bapak, Ibu, Adzka, Diba, Ghozi, Aisyah, Aqila, Aulia, ditambah Bu Ujang dan Dika, yaitu anaknya bu Ujang, serta Mbak Indah. Mbak Indah ini rencananya sekalian mau meneruskan perjalanan pulang ke Semarang.

Hari-hari pertengahan Maret ini sudah tidak pernah lagi turun hujan, sehingga sepanjang perjalanan kita juga tidak bertemu hujan. Perjalanan boleh dbilang lancar-lancar saja. Bapak yang menjabat  sebagai sopir tunggal KeluargaKita sudah terlalu sering membawa kendaraan ke Surabaya, sehingga lumayan cukup hapal dengan rute Jember – Surabaya. Rata-rata para sopir pembawa kendaraan yang bertemu selama perjalanan ke Surabaya baik-baik. hanya saja pada penggal jalan setelah Tanggul sampai Wonorejo Lumajang sempat direpotkan oleh sebuah Kijang Innova berplat L entah berapa yang sopirnya agak kurang pendidikan.

Dua kali sopir tersebut menyalip rombongan KeluargaKita, padasaat jalan relatif ramai. Yang pertama sebelum Tanggul, namun di lampu merah alun-alun Tanggul kita salip kembali. Namun setelah berada pada ruas jalan yang relatif sepi, Innova di depan menyetel kecepatan sekitar 80 km/jam. Kecepatan ini adalah kecepatan yang “nanggung” istilah Jawanya. Beberapa kali kita beri isyarat untuk menyalip, namun nampaknya sopir Innova tidak peduli, masih dengan enaknya memakai keepatannya sendiri. Padahal Panther tahun 92 yang kita pakai tidak cukup kuat tarikannya untuk menyalip dengan cepat pada kecepatan itu. Mestinya sopir itu mau mengerem kendaraannya sejenak untuk memberi kesempatan kita di depan, toh sudah beberapa km kta menempel di belakangnya, dan dia tidak menambah kecepatan. Menurut saya ada 2 kemungkina jenis sopir yang kurang pendidikan itu: pertama mungkin dia anak orang kaya yang tidak pernah diajari etika oleh orang tuanya yang kaya itu, atau kedua, mungkin dia memang seorang sopir yang IQ-nya kurang. Atau kemungkinan ketiga: dia anak orang kaya yang tidak diajari etika serta IQ-nya kurang. Bagaimanapun cukup menyebalkan untuk berurusan dengan sopir model begini.

Untungnya setelah lewat Wonorejo, entah di sekitar Klakah, Ranuyoso atau mana saya agak lupa, Innova itu tidak lagi di sekitar kita. Entah dia melaju ke depan atau tertinggal saya kurang ingat. Kebetulan jalan memang ramai, sehingga tidak sempat mengamati kendaran satu-satu.

Ruas jalan Porong pada sekitar jam 10 malam sudah sepi. Dari tol kita keluar di Waru, melewati Bunderan, belok kiri mengikuti jalan A Yani atau apa, terus masuk ke kiri di jalan yang ada selokannya, Gayungan atau apa daerahnya agak lupa, pokoknya jalan masuk ke perumahan Injoko seingat saya. Berhubung lokasi tepatnya Al-Hikmah kita belum tahu, maka di jalan berselokan itu kita menyempatkan berhenti sampai 2 kali. Pertama di depan perumahan yang kalau belok masuk bisa tembus ke Unesa itu. Diberitahu bahwa SMP Al-Hikmah terletak setelah melewati Rel KA. Tepat sebelum Rel kita tanya lagi, dan diberi petunjuk yang sangat jelas: lewati rel, ada gerbang di kanan, belok, terus sampai pertigaan ambil kanan, akan sampai di gerbang Al-Hikmah. Betul juga sesuai petunjuk tersebut kita sampai di gerbang Al-Hikmah.

Sampai di SMP Al-Hikmah kira-kira jam setengah 11 malam, bersamaan dengan rombongan dari Lumajang. Malamnya kita dapat “penginapan” di ruang kelas. Anak-anak jadi satu runag dengan Pak Enjang dan Pak Andra dari Lumajang. Pak Sopir lebih suka tidur di jok mobil.

Acara Sabtu pagi dimulai dengan hiruk-pikuk acara rutin daftar ulang, diteruskan pembukaan. Entah jam berapa anak-anak masuk ruang untuk test babak penyisihan. O, ya Fahmi dari Bondowoso datang Sabtu pagi diantar oleh Bu Sri dan Umminya. Semalam menginap entah di mana.

Hasil penyisihan, Reza dari SDN Kepatihan 05 Jember peringkat pertama dengan nilai 56, Diba dapat nilai lumayan bagus yaitu 38, meskipun tidak masuk final, sedang Fahmi memperoleh nilai 42, tidak masuk final juga. Jumlah peserta yang masuk ke babak final ada 33 peserta, dengan nilai banyak yang kembar.

Yang eror betul-betul eror adalah Adzka. nilainya hanya 46. Meskipun masuk final, nilai 46 itu adalah rombongan nilai terjelek yang masuk final. Dan karena yang dipakai adalah sistem nilai kumulatif, maka bekal nilai tersebut cukup berat untuk meraih kemenangan di kompetisi ini. Lebih erornya lagi yang bersangkutan tidak merasa menjawab salah sampai selesai test (belum dikoreksi ulang). Kesimpulannya: kesalahan bukan kerana tidak bisa, melainkan salah hitung! Jadi pastilah berkaitan dengan masalah kecermatan. Nampaknya Adzka terlalu percaya diri di Kompetisi kali ini. Sebenarnya setelah penyisihan sudah agak menyadari kecerobohannya, namun sudah terlambat. Selisih nilai 10 dengan peringkat 1 menyulitkan posisinya untuk menyelamatkan diri pada babak final.

Hasil akhirnya sudah bisa ditebak. Reza bertahan menjadi di peringkat 1 sehingga menjadi Juara 1 Kompetisi ini. Lumayan, dapat piala yang bagus (sangat bagus, apalagi jika dibandingkan dengan piala “taman kanak-kanak” yang diberikan oleh mahasiswa FKIP UNEJ pada minggu sebelumnya), sementara hadiah uangnya lumayan, peringkat 1 memperoleh 1 juta 750 ribu rupiah.

Yang perlu dicermati adalah bahwa pada kompetisi ini, selain Adzka yang perak OSN, 2 anak yang pernah ke kompetisi internasioanalpun – yaitu Krisna dan Alif – tidak menang. Menurut Bu Nurul dari Rumah Belajar Matematika, soalnya terlalu mudah, sehingga 3 anak itu bisa dikalahkan oleh anak-anak yang secara hitungan di atas kertas memiliki kemampuan jauh di bawah mereka. Coba kalau soalnya dibuat lebih sulit, tentu 4 anak itu – ditambah dengan Fildah, anaknya Pak Burhan dari Magetan – yang akan mampu mengerjakan, sementara anak-anak lain sulit untuk mampu mengerjakannya.

Salah satu indikator bahwa soal terlalu mudah adalah Reza memperoleh nilai 56 dari total 60 nilai jika benar semua. Dengan 2 point per soal, artinya Reza cuma salah 2. Dan saya curiga bahwa yang 2 itupun barangkali karena kesalahan kunci jawabannya.

Pertanyaannya kenapa Reza masih bisa menang dengan soal yang mudah tersebut. Nah ini adalah kelebihan Reza yang tidak dimiliki Adzka, Krisna, ataupun Alif. Reza memang berkebiasaan selalu cermat dalam mengerjakan soal, serta cenderung serius ketika menghadapi soal, baik soal sulit maupun mudah. Dan meskipun soal dibuat lebih sulitpun, sepertinya kemampuan Reza memang mengatasi ke-4 temannya itu.

Selamat buat Reza.

Hari Ahad, 8 Maret 2009 Kami sekeluarga, Bapak, Ibu, Adzka, Diba, Ghozi, Aisyah, Aqila, Aulia, ditambah Mbak Indah dari Semarang, pergi ke kampus Universitas Jember untuk berekreasi mengikuti babak semi final diteruskan babak final olimpiade mateatika yang diselenggarakan oleh Mathematics Student Club FKIP Univ. Jember. Awalnya Aulia yang masih berumur 10 bulan ditinggal di rumah dengan Bu Ujang – beliau ini pengurus rumah tangga yang sehari-hari berjasa menyelenggarakan kelancaran jadwal kehidupan di rumah seperti menyiapkan menu dan memandikan anak-anak. Tapi karena hari ini Bu Ujang yang biasa dipanggil Mamak oleh anak-anak ini hatus pulang siang karena mempersiapkan Maulid di kampungnya, “terpaksa” si kecil Aulia kita jemput untuk joint dengan lainnya sekitar jam satuan siang.

Acara test semi final dilaksanakan sekitar 1 jam antara jam 9 sampai jam 10. Soalnya uraian semua sebanyak 10 soal. Pesertanya sekitar 100-an anak lebih sedikit, yaitu yang lolos penyisihan dari Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang, dan Probolinggo.

Di antara yang ikut semi final ini kita menjagokan 2 nama yaitu Reza, dan Adzka. Soalnya selain mereka berada pada urutan 1 dan 2 pada babakpenyisihan, sepertinya mereka memang mantep deh, pokoknya cukup meyakinkan dan membikin cemas para kompetitornya. Reza, jebolan karantina timnas IMSO 2008 sampai tahap seleksi terakhir, sedang Adzka memperoleh perak OSN Makassar 2008.

Akhirnya ketika nama 10 finalis diumumkan, sesuai harapan kita, masih saja 2 nama itu menduduki tempat semula yaitu urutan 1 dan 2. Yang mengejutkan, ternyata Fahmi dari MI At-Taqwa Bondowoso malah berhasil lolos babak Final dan merupakan satu-satunya wakil Bondowoso yang berhasil masuk Final. Cukup mengejutkan, karena selain anaknya baru kelas 5, penampilan selama persiapan di Rumah Belajar Matematika masih kurang meyakinkan. Dan ternyata nilai semifinalnya adalah 158, merupakan tepat di urutan ke-3 setelah Reza dan Adzka. Peringkat totalnya adalah no 8 disebabkan hasil babak penyisihannya kurang bagus. Kelihatannya pembelajaran di Rumah Belajar Matematika memang cukup meyakinkan, he he …..

Gambar Adzka setelah pengumuman pemenang

Adzka bersama ibu dan adik-adiknya berfoto setelah pengumuman pemenang

Acara selanjutnya adalah babak final yng detilnya saya kurang paham karena tidak mengikuti. sepertinya ada main-main merangkai entah apa, terus cepat tepat atau apa. Yang beginian memang lebih kepada acara main-mainnya para mahasiswa itu yang butuh hiburan. Cuma untungnya saja panitia tahun ini mau mendengarkan saran kita untuk mengakumulasi nilai sejak babak penyisihan, sehingga pekerjaan anak mengerjakan soal yang cukup sulit pada babak penyisihan dan – terutama – pada babak semifinal, dihargai dengan semestinya, tidak menguap seperti pada tahun 2006, atau 2007. Pada tahun 2008 kemarin mereka mengakumulasi nilai tetapi dengan pembobotan yang agak kecil pada nilai penyisihan. Tapi tahun ini rupanya diakumulasi langsung seluruh nilai tanpa penggunaan perbedaan bobot. Bagus jugalah. Sedikitnya para mahasiswa itu ternyata masih punya nalar juga.

Nilai akumulasi terakhir, reza tetap tidak terkejar, sehingga masih bertahan di peringkat 1, demikian juga Adzka masih di peringkat 2. Sedangkan Fahmi turun sedikit menjadi peringkat 9. Nah setelah selesai pembagian hadiah (ada uangnya), kita datang ke panitia sambil memberitahu: mas, mbak panitia, lain kali mbok ya jangan mau-maluin unej seperti itu. Wong judulnya saja OLIMPIADE MATEMATIKA TINGKAT JAWA TIMUR kok tropinya kecil sekali seukuran dengan piala lomba tartil membaca surat al-ikhlas antar kelas tingkat TK. Wong biaya pendaftarannya saja 40 000 rupiah (2 kali rata-rata biaya kebanyakan lomba sejenis) lha kok pialanya diberi yang hargananya 25 ribu rupiah!

Saat mau pulang, sekilas kita tengok sertifikat yang diberikan: lho! isinya cuma sertifikat finalis! Ini kok panitia serba tidak profesional, belum tahu bahwa mestinya sertifikatnya bukan begitu. Mestinya mereka jangan  sok pinter mau tanya sana tanya sini sebelumnya, kan bisa lebih bagus. Padahal kita siap jadi konsultan gratis lho…!. Mungkin penampilan kita kurang meyakinkan. Baru kali ini ada lomba yang pemenangnya tidak diberi sertifikat pemenang. Pokoknya luchu deh.

Nah karena luchu, saatnya sekarang anda untuk tertawa………

Berita berikut dikutip dari Radar Jember hari ini, Rabu 4 Maret 2009

Radar Jember

[ Rabu, 04 Maret 2009 ]

Seimbangkan Prestasi Akademik

Pengembangan bidang pendidikan memang harus seimbang antara akademik dan kegiatan ekstrakurikuler. Idealnya, seorang siswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tapi juga softskill. Hal itu pula yang dilakukan di SD Al Irsyad Al Islamiyah Jember yang berprestasi baik di bidang mata pelajaran matematika sampai pencak silat.

Menurut Enny, Humas Yayasan Al Irsyad Al Islamiyah Jember, pihak sekolah berupaya secara seimbang mengembangkan bidang akademik dan kegiatan ekstrakurikuler.

“Karena itu, siswa kami tidak hanya dituntut pandai dalam mata pelajaran, tapi juga kegiatan ekstrakurikuler, seperti melukis, mewarnai, sampai olahraga,” terangnya.

Pembinaan itu sudah dimulai sejak siswa duduk di bangku TK. Misalnya, saja dua siswa TK kelompok B, Reyhan dan Dennis. Keduanya sukses meraih prestasi di bidang modelling dan melukis. Bahkan, Reyhan sudah sering berkeliling dari kota ke kota untuk mengikuti berbagai even.

“Sudah dapat piala enam belas,” katanya. Sedangkan untuk Dennis, yang pandai melukis dan mewarnai malah sudah mengoleksi puluhan piala.Di tingkat pendidikan yang lebih tinggi, ada Adiba Nur Ashari yang menjadi satu-satunya wakil Jember dalam seleksi IMSO jalur B tingkat provinsi, yang baru duduk di kelas empat. Putri pasangan Tasliman dan Nurul ini mengaku, sejak kecil memang menyukai matematika.

Apalagi, kedua kakaknya juga sering mengikuti lomba matematika dan olimpiade. Bahkan, sang ibu merupakan tutor yang khusus membimbing siswa yang ingin mengikuti olimpiade. “Sejak kecil sudah sering belajar matematika dengan ibu. Terutama soal-soal matematika,” terangnya.

Sukses di seleksi tingkat kabupaten, Adiba bersama empat siswa lain yang tergabung dalam grup matematika berhasil melaju ke tahap seleksi di tingkat provinsi. Jika berhasil mendapatkan nilai baik, maka dia akan mendapat kesempatan untuk melaju ke tahap pembinaan khusus yang dilakukan oleh Depdiknas.

Selain dia, masih ada dua siswa lain yang berprestasi di bidang bahasa Inggris dan pencak silat, Abid Nezar dan Haekal Aziz. Nezar yang menguasai kemampuan berbahasa Inggris, pernah menjuarai lomba spelling tingkat kabupaten, sekaligus meraih juara untuk lomba IPA kontekstual.

“Waktu itu, saya dan seorang teman diminta untuk menjawab kandungan berbagai bahan makanan,” terangnya tentang lomba IPA Kontekstual yang diikuti bersama seorang temannya itu. Dengan kesenangan membaca dan mempelajari banyak hal, dia mengaku tidak kesulitan mengerjakan soal-soal itu, meski baru duduk di kelas tiga.

Berbeda dengan Nezar dan Adiba yang sukses di bidang akademik, Haekal justru sukses di bidang olahraga. Meski baru memiliki empat piala di cabang olahraga pencak silat, salah satu murid Padepokan Bina Mandala ini, sudah banyak memiliki murid. Mereka adalah rekan sekelasnya dan adik-adik kelas, yang ingin belajar pencak silat.

“Ada sekitar satu kelas yang ikut latihan,” katanya. Menurut jadwal latihan yang ditetapkan setiap hari Sabtu itu, dia mengajar dua shift, yakni pukul 06.00 untuk kelas empat dan pukul 07.00 untuk kelas 2.

Enny menambahkan, Haekal diplih sebagai guru kecil bagi teman-temanya, karena dia memang memiliki bakat untuk melatih. Selain itu, dia juga dikenal hiperaktif. “Dari pada bertingkah tidak teratur, dia diberi tanggung jawab. Dengan begitu, tingkah lakunya jadi lebih terarah dan berprestasi. Tapi, selama mengajar, ya tetap ada pembina,” pungkasnya. (lie)

Sumber:

http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=69904

Hari Ahad (hari ini) Adzka dan Diba mengikuti babak penyisihan Olimpiade Matematika SD yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Matematika FKIP Universitas Jember. Undangan meminta anak-anak berkumpul pada jam setengah tujuh, namun ternyata pelaksanaan lomba dimulai jam 9. Entah apa yang ada di nalar anak-anak mahasiswa yang menjadi panitia itu sehingga perlu-perlunya menyuruh anak-anak datang pagi-pagi. Kalau saya pikir-pikir seringkali memang para mahasiswa itu tidak begitu berjalan normal nalarnya.

Lomba berjalan lancar-lancar saja. Peserta sekitar 180-an anak. Menurut saya biaya pendaftaran terlalu tinggi yaitu 40 000 rupiah. Tapi dasar para mahasiswa itu memang kurang nalar, maka diberi usul untuk menurunkan taripnya ya tidak mau. Memang kita harus perlu maklum kepada nalar para mahasiswa itu. Orang bilang yang waras harus mengalah.

Padalomba kali ini kebanyakan anak-anak – selain gurunya – juga ditemani oleh para orang tuanya. Menurut saya ini merupakan kemajuan besar, karena pada beberapa tahun yang lalu banyak anak-anak hanya beberapa orang tua siswa yang datang menemani anaknya berlomba. Syukurlah bahwa para orang tua makin menyadari pentingnya meluangkan waktu untuk menghargai kegiatan anak-anaknya.  Di sisi lain fenomena itu menunjukkan kesadaran pihak sekolah bahwa pelibatan orang tua adalah hal yang baik, bukannya malah dihalangi seperti kebijakan beberapa sekolah beberapa tahun yang lalu.

Artinya di Jember sudah terjadi perkembangan yang bagus mengenai konsep kebersamaan antara sekolah dan orang tua pada proses pendidikan anak. Yah,… lumayan lah…

Kembali ke cerita tentang lomba itu sendiri. Anak-anak mengerjakan soal sekitar lebih kurang 2 jam, atau memang 2 jam? entah saya kurang begitu mengutamakan menghitung waktu. Setelah anak-anak selesai, kemudian lembar jawaban dikoreksi, dan hasilnya diumumkan skitar jam 1 siang lebih sedikit.

Hasilnya adalah Adzka menempati urutan 2, sehingga berhak ikut babak selanjutnya yang akan diadakan minggu depannya, sedang Diba harus puas pada urutan sekitar 40, sehingga tidak bisa mengikuti babak selanjutnya (peserta yang lolos ke semifinal sekitar 36 ataun37 anak, kurang tahu tepatnya, dan saya memang kurang mementingakan untuk menghitung jumlah tepatnya).

Lumayanlah, karena Diba kan baru kelas 4, sementara kakaknya memang sudah kelas 6. Kalau yang kelas 4 peringkatnya terlalu bagus dikhawatirkan nanti malah menjadi terlalu PD dan malah kurang baik bagi perkembangan jiwanya.Toh Diba masih mempunyai kesempatan tahun depan dan tahun depannya lagi.

Demikian laporan sementara. Maaf kamera tertinggal di rumah sehingga tidak ada dokumentasi foto.

kru sumbersari di gentengkali

Diba (batik) bersama rombongan PKG Kecamatan Sumbersari berfoto setelah seleksi IMSO di Kantor Dinas Pendidikan Prov. Jatim Jl. Gentengkali Surabaya

Pada hari Rabu 25 Pebruari 2009, dengan diantar oleh Bapak, Ibu dan adik-adiknya, Adiba Nur Ashri Ramadhani mengikuti seleksi nasional calon peserta IMSO di Surabaya.

Seleksi yang biasa dikenal sebagai seleksi olimpiade “jalur B” ini diikuti setelah melalui perjalanan cerita yang lumayan panjang dan memerlukan perjuangan dari pihak KeluargaKita.

Sebagai Siswa SD Al-Irsyad Al Islamiyyah Jember yang berlokasi di Kelurahan Sumbersari, perjuangan pertama adalah bagaimana bisa lolos ke seleksi Kecamatan.

Perjuangan ini memang boleh dinamakan “sebuah perjuangan”, karena tradisi seleksi olimpiade MIPA di kecamatan Sumbersari adalah selama ini dibarengkan dengan seleksi siswa berprestasi. Mata pelajaran yang diujikan untuk seleksi adalah materi ulangan biasa.

Dari seleksi tersebut, anak-anak yang memiliki nilai IPA dan Matematika tertinggi berhak mewakili kecamatan sumber sari pada seleksi olimpiade MIPA tingkat kabupaten Jember.

Dan yang lebih berat lagi, selama ini yang berhak menjadi wakil kecamatan adalah hanya anak kelas 5 yang telah tersaring pada hasil seleksi tahun sebelumnya pada kelas 4 (tahun 2008). Dengan demikian tertutup kemungkinan untuk anak kelas 4 untuk mengikuti seleksi olimpiade MIPA tingkat kecamatan, karena memang tidak ada seleksi untuk kelas 3 pada tahun sebelumnya.

Lagpula dengan materi seleksi yang berupa materi ulangan harian biasa, anak-anak yang menang seleksi bukanlah anak-anak yang mumpuni untuk bertanding di jalur olimpiade MIPA. Barangkali itu merupaka salah satu penjelas kenapa Kecamatan Sumbersari jarang menang seleksi Olimpiade MIPA di Jember.

Untungnya saja pada tahun ini baru saja ada pergantian kepengurusan PKG Sumbersari. Pengurus yang baru ingin mengadakan seleksi ulang untuk siswa berprestasi, yang langsung akan digunakan untuk tahun ini. Oleh karena itu lalu dibuatlah undangan untuk seleksi bagi anak kelas 5, yang sebelumnya belum terjaring pada seleksi pada kelas empatnya.

Maksud PKG adalah ingin menghasilkan sendiri pemenang seleksi tahun ini, yang akan kemudian dipertemukan dengan pemenang seleksi tahun sebelumnya, untuk mencari mana yang terbaik dari mereka.

Perjuangan awal untuk meloloskan Diba ke tingkat Kecamatan adalah dengan melobi ketua PKG Kecamatan Sumbersari. Kita meminta, dengan berbagai argumen, untuk membolehkan anak kelas 4 mengikuti seleksi tahun ini, meskipun statusnya sekedar “untuk ujicoba” lebih untuk melihat apakah mereka mampu mengerjakan soal yang ditujukan bagi anak kelas 5 tersebut.

Dengan syarat bahwa “meskipun misalnya anaknya masuk ke 15 besar tetap tidak bisa jadi pemenang”, syukurlah bahwa akhirnya Ibu ketua PKG membolehkan Diba untuk mengikuti seleksi atau lebih tepatnya ikut mengerjakan soal seleksi bukan sebagai peserta resmi melainkan sekedar diberi kesempatan untuk mencoba kemampuan.

Perjuangan pertama kita berhasil. Perjuangan berikutnya adalah menghubungi kembali ketua PKG untuk menyampaikan saran dengan inti 2 point:

1. bahwa sepengetahuan kita, aturan Diknas untuk seleksi olimpiade MIPA membolehkan anak kelas 4 untuk ikut serta

2. bahwa untuk seleksi olimpiade MIPA sebaiknya digunakan materi soal seleksi yang standar olimpaide MIPA bukannya soal ulangan harian mapel Matematika atau IPA.

Alhamdulillah, respon dari Ketua PKG sangat positif, dan beliaunya bersedia menerima saran kita. Maka kemudian PKG Sumbersari menerbitkan undangan baru untuk seleksi olimpiade MIPA yang memuat klausul bahwa materi Matematika dan IPA pada seleksi ini mengacu pada “model soal olimpiade MIPA”.

Kebetulan pada saat itu datang secara mendadak surat edaran dari Dinas pendidikan kabupaten Jember yang meminta UPTD Pendidikan kecamatan menyiapkan masing-masing 4 anak untuk mewakili kecamatan ke seleksi IMSO atau jalur B tingkat Kabupaten.

Kembali ke cerita Diba mengikuti seleksi sebagai “peserta ujicoba” pada seleksi siswa berprestasi yang disebut di awal. Ternyata di luar dugaan kita, dia mampu menempati urutan ke 9 dari sekian banyak peserta seleksi yang hampir semuanya anak kelas 5. Sehingga meskipun dia tidak berhak mengikuti tahap seleksi siswa berprestasi, tapi oleh ketua PKG diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi olimpiade MIPA Kecamatan Sumbersari, kali ini sebagai peserta penuh.

Alhamdulillah, pada seleksi ini Diba menempati urutan kedua pada mata pelajaran Matematika (pada seleksi kecamatan ini masing-masing siswa harus mengerjakan baik soal matematika maupun IPA). Sehingga Diba berhak mewaklli kecamatan Sumbersari ke seleksi olompiade MIPA di tingkat Kabupaten Jember pada bidang Matematika, bersama tiga anak lainnya.

Alhamdulillah, pada seleksi Tingkat Kabupaten hari Selasa tanggal 24 Pebruari, Adiba menempati urutan ke-5, sehingga menjadi salah satu dari 5 peserta yang berhak mewakili Jember untuk seleksi nasional IMSO yang dilaksanakan secara serentak di masing-masing propinsi pada tanggal 25 Pebruari 2009.

Dengan sedikit kalangkabut, setelah pengumuman pemenang seleksi pada Selasa siang 24 Pebruari, maka pada Selasa sore berangkatlah para kru KeluargaKita berombongan ke Surabaya. Malamnya menginap di Asrama Haji Sukolilo lalu paginya meluncur ke kantor Dinas Pendidikan di Jalan Gentengkali.

Acara berjalan lancar. Sekarang tinggal menunggu hasilnya. Kita tidak terlalu berharap apalagi pasang target, karena persiapan Diba memang terlalu minim. Saat ini sudah sampai Surabaya, adalah kesempatan yang sudah sangat layak untuk disyukuri.

Demikian laporan sementara. Kalau ada perkembangan lagi semoga sempat saya tulis.

Final KMP V di Jember

Tanggal 21 Pebruari kemarin telah dilaksanakan KMP V.

Khusus untuk daerah Jember dan sekitarnya bertempat di SMP Negeri 3 Jember.

Pelaksanaan berlangsung lancar dan tertib.

Sekarang tinggal tunggu hasil finalnya.

Masing-masing Lima besar SD dan SMP akan diundang ke Jakarta dan menerima penghargaan dan hadiah uang.

Seratus besar diberi kesempatan untuk bersekolah di Pasiad dengan diskon khusus (kalau tahun kemarin-kemarin ada yg sampai bayarnya 0%, alias gratis).

Enjoy!

Daftar urutan hasil babak penyisihan KMP V di Jember

Prgkt
Prov
NoPeserta Nama Sekolah Nilai Ket
1 1604010001 M. Adnan Reza W. SDN 05 Kepatihan 139 FINAL
4 1604010027 Adzka Muhammad M. SDN 01 Kepatihan 117 FINAL
5 1604010171 Ahmad Farisul Khaq SDS Tompokersan 108 FINAL
7 1604010140 DEO PRADIPTA PUTRA S SDN KEPATIHAN BWI 105 FINAL
16 1604010017 Egar Prasetya Putra W. SDN 06 Kepatihan 91 FINAL
19 1604010065 KOMANG WISWA MITRA K SDN 01 JEMBER LOR 88 FINAL
20 1604010037 Abdurrahman SDS Al Furqan 87 FINAL
32 1604010030 MUHAMMAD FIKRI Z SDS AL FURQAN JEMBER 81 FINAL
35 1604010039 beny Sulistyo H. SDN 03 Jember Lor 80 FINAL
41 1604010019 Reynaldy Dylan P. SDN 06 Kepatihan 79 FINAL
52 1604010098 DINDA PRASETYO W SDN 01 DABASAH 75 FINAL
66 1604010104 AHMAD KAMIL AL MASYHUR SD YIMA BONDOWOSO 74 FINAL
67 1604010062 Fadjri Septian Bagus SDN 02 Karangrejo 73 FINAL
68 1604010068 Dimas Fatana Haiqal SDN 01 Jember Lor 72 FINAL
76 1604010160 M FAQIH AKBAR SDS MI NURIS KOTA LMJ 71 FINAL
101 1604010143 Saifan Rahmatullah SDN 03 Karangrojo 69 FINAL
118 1604010052 Dhimas A. Kurniawan SDN 2 Karangrejo 65 FINAL
131 1604010012 LILY SUTANTO SDS MARIA FATIMA 65 FINAL
157 1604010031 Nurfaizah T. S. SDS Al Furqan 61 FINAL
160 1604010057 HANIFAH NAILUL AMANIA SDN 2 KARANGREJO 61 FINAL
161 1604010128 TANJUNG PRABANDARI SDN 03 SUMBERSARI 61 FINAL
166 1604010056 Sherly Yolanda SDN 2 Karangrejo 60 FINAL
186 1604010051 BAGAS ANDARYANTO SDN 2 KARANGREJO 60 FINAL
187 1604010046 ILHAM CAHYA SDN 02 KARANGREJO 60 FINAL
188 1604010044 ACHMAD RACA PRASETYO SDN 003 JEMBER LOR 60 FINAL
189 1604010168 GALIH ENDRAYANA SDS TOMPOKERSAN LMJ 60 FINAL
232 1604010053 DADANG RAHMAD ISWANTO SDN 2 KARANG REJO 58 FINAL
233 1604010142 DICKY HANI PERMADY SDN 03 KARANGREJO 58 FINAL
242 1604010015 Tiara Angellya Resty SDN 06 Kepatihan 56 FINAL
243 1604010049 Fira Ludianti SDN 02 Karangrojo 56 FINAL
288 1604010004 LEONARDO DONNI M SDS MARIA FATIMA 55 FINAL
323 1604010169 Ricca Sofyantinie SDS Tompokersan 54
328 1604010106 FAJAR MUHAMMAD AL F MI AT TAQWA BWS 54
339 1604010035 Widi Alya Zhafira SDS Al Furqan 53
358 1604010109 Fahmi MI At-Taqwa 51
361 1604010110 MOHAMMAD FAJRI RAHMATT MI ATTAQWA BNDWS 51
362 1604010144 SUCI AULIA ILAHI SDN 03 KARANGREJO 51
423 1604010016 FAHRIN SAFTYA DEVINA SDN 06 KEPATIHAN JBR 50
424 1604010032 IHZA RIDHA F SDS AL FURQAN JEMBER 50
425 1604010164 AMINAH ROKHIKIM M SDS ISLAM TOMPOKERSAN 50
487 1604010167 Damai Marisa Bachri SDS Tompokersan 49
491 1604010108 WARDANIYATUS SHOLIHAH MI AT TAQWA BDW 49
492 1604010174 MOCH ALIF GIFARI R SDS NASIONAL JEMBER 49
504 1604010095 Marcell Christian KW SDK Indra Siswa Bws 48
519 1604010009 Thalia Febiola P. S. SDN Maria Fatima 47
520 1604010129 Hilman A. Bhaskara SDN 03 Sumbersari 47
524 1604010067 DEWI AYU NIRMALASARI SDN 1 JEMBER LOR 47
534 1604010165 Ahmad Ainun Najib SDS Tompokersan 46
539 1604010034 ASRI AYU FIRDAUSI SDS AL FURQAN JEMBER 46
566 1604010005 Melissa Stephanie SDN Maria Fatima 45
567 1604010033 Rangga Putra P. B. SDS Al Furqan 45
620 1604010071 MUHAMMADHAWARIICHWAN SDN 1 JEMBERLOR 45
621 1604010024 NADYA ARI DY PUTERI SD N06 KEPATIHAN JBR 45
728 1604010092 LOVEFIANA DEQUENTA J SDK INDRA ? SWA BWS 44
729 1604010150 ISTIQLAL ABADIYAH S P SDN 1 CITRO LMJ 44
740 1604010041 Naufal Reyhan Fadhil SDN 03 Jember Lor 43
741 1604010074 Ronaldo Y. Ichwandi SDK Indra Siswa Bws 43
746 1604010040 ANANDA AMRI FATHONI SDN 03 JEMBER LOR 43
747 1604010136 WILDAN ROSYIDI SDS 1 MUHAMMADIYAH JBR 43
748 1604010152 ARIFUL RIZKI DARMAWAN SDS MI NURIS KOTA LMJ 43
765 1604010042 ACHMADRAHANDRIANTO SDN 03 JEMBER LOR 42
777 1604010013 Stephany Desy S. SDN Maria Fatima 41
778 1604010151 Yustikasari Diana SDN 1 Citro Lmj 41
786 1604010008 IVAN ONGKOWIJAYA SDS MARIA FATIMA 41
787 1604010126 SEPTIAN DWI P SDN 03 SUMBERSARI JBR 41
826 1604010137 Ghania Ahsani R. SDS Al Furqan 40
827 1604010119 Faridatul Muawanah SDN 01 Sumbersari 40
828 1604010115 Intan Wulandari SDN 01 Sumbersari 40
829 1604010159 Rahmawati Lailatul M. SDS MI Nuris Kota Lmj 40
895 1604010036 KHANSA AZIZAH SDS AL FURQAN JEMBER 40
896 1604010166 NUR MAULIDA CHASANAH SDS ISLAM TOMPOKERSAN 40
1027 1604010072 Emma Limantoro SDK Indra Siswa Bws 39
1043 1604010066 Aryanti L. Winda P. SDN 02 Karangrejo 38
1047 1604010090 VINCENTTIUS ICHWANDHI SDK INDRA SISWA 38
1071 1604010134 ANNISA AULIA M SDS 1 MUHAMMADIYAH JBR 37
1092 1604010058 Haryo Pamungkas SDN 2 Karangrejo 36
1144 1604010047 Aulia Nandarema Q. SDN 02 Karangrojo 35
1145 1604010133 Alifa Nur Hidayah SDN 03 Sumbersari 35
1146 1604010155 Rizky Amalia Fitri SDS MI Nuris Kota Lmj 35
1147 1604010103 Syarifah Aida SD Yima 35
1148 1604010066 Vilia Virditya SDN 01 Jember Lor 35
1218 1604010114 SOF AN SUGIANTO SDN 05 KEPATIHN JEMBER 35
1219 1604010059 CITI RAHMATI SERFI ?NI SDN 02 KARANGREJO 35
1220 1604010038 RYZAL HENDRA HAMDIKA SDS AL FURQAN JEMBER 35
1221 1604010122 ANNISA RETNO NA HIROH SDN 01 SUMBER ARI JEMBER 35
1222 1604010162 FITROH NURFADILAH SDS MI NURIS KOTA LMJ 35
1363 1604010093 Velia Mareta SDK Indra Siswa Bws 34
1364 1604010079 Vicky Dermawan SDK Indra Siswa Bws 34
1372 1604010088 BELLA ARINDAH RIZKY SDK INDRA SISWA BWS 34
1386 1604010075 Maria Irene Tjahayani SDK Indra Siswa Bws 33
1405 1604010097 Vevina Dyahsasi N. SDN 01 Dabasah 32
1455 1604010061 FITRI RATNA SARI SDN 02 KARANGREJO 31
1456 1604010148 DYAH ERINA PRAMUDITA SDN 02 SARIKEMUNING LMJ 31
1509 1604010123 Fakhri Wajih N. SDN 03 Sumbersari 30
1600 1604010063 RONALDO CHRISTIAN V M SDN 2 KARANG REJO 30
1601 1604010010 CLAUDIA FELICIA W SDS MARIA FATIMA 30
1602 1604010048 DINDA PERMATA SDN 02 KARANGREJO JBR 30
1603 1604010146 CHARINA NURA IMA WATI SD N02 SARIKEMUNING 30
1604 1604010138 NABILA CITRA MAHARANI SDN 1 JENGGAWAH 30
1605 1604010120 NOVI DWI WIDYARINI SDN 01 SUMBERSARI JBR 30
1606 1604010076 RIESKY HARI FAJAR PR SDK 033 INDRA SISWA 30
1776 1604010029 Taura Assyifa Salma SDS Al Furqan 29
1777 1604010054 Hafi maulana Ridwan SDN 2 Karangrejo 29
1804 1604010141 Turizki Nuzul R. SDN 03 Karangrojo 28
1829 1604010011 Gaby Karina Wijaya SDN Maria Fatima 27
1830 1604010161 Rike J. Rahmawati SDS MI Nuris Kota Lmj 27
1840 1604010100 DHANY SATRIO WICAKSONO SDN 001 DABASAH BWS 27
1868 1604010145 Syahrul Eka A. L. SDN 01 Ditotrunan 26
1927 1604010107 Nindi Agustia Islami MI At-Taqwa 25
1928 1604010064 Pradevi karinia SDN 02 Karangrejo 25
2011 1604010069 WANETA ASLA HABIBA SDN 01 JEMBER LOR 25
2012 1604010022 PRIMA ROQIE MUAMMAM SDN 06 KEPATIHANJ EMBER 25
2013 1604010116 NI KADEK WIDYASARI SDN 01 SUMBERSARI JBR 25
2014 1604010158 MUHAMMAD NURUL HUDA SDS MI NURIS KOTA LMJ 25
2203 1604010107 ABDUL SYIFAK SDS TOMPOKERSAN LMJ 24
2230 1604010007 Fendy Wijaya Adinoto SDN Maria Fatima 23
2231 1604010089 Budi Wijaya SDK Indra Siswa Bws 23
2242 1604010078 FREDA ADI WARDANA SDK 33 INDRA SISWA BDWS 23
2272 1604010081 Roy S. Bramantara SDK Indra Siswa Bws 22
2273 1604010050 Lintang Priandika SDN 2 Karangrejo 22
2283 1604010028 ADIBA NUR ASHRI R SDS AL IRSYAD 22
2313 1604010135 Nadhifah SDS 1 Muhammadiyah 21
2388 1604010117 Putri diah Ayu N. SDN 01 Sumbersari 20
2389 1604010091 Jaya Setia Budi SDK Indra Siswa Bws 20
2390 1604010087 Adi Kurniawan SDK Indra Siswa Bws 20
2391 1604010077 Agat A. Miken C. SDK Indra Siswa Bws 20
2392 1604010070 Aufar Fikri Dimyati SDN 01 Jember Lor 20
2508 1604010154 VADIRA RAHMA SARI SDS MI NURIS KOTA LMJ 20
2509 1604010156 DESI DWI CAHYANI SDS MI NURIS KOTA LMJ 20
2723 1604010102 SADEWA WICAKSANA S SDN 01 DABASAH BWSO 19
2743 1604010163 M. Khoirul Fuad SDS MI Nuris Kota Lmj 18
2748 1604010018 AJIE DHARMAWAN SDN 06 KEPATIHAN JBR 18
2778 1604010021 Pranisfia Putri Karima SDN 06 Kepatihan 17
2787 1604010080 NONA ALYSIA SDK 33 INDRA SISWA BWS 17
2816 1604010127 Aisyah Widiayanti SDN 03 Sumbersari 16
2879 1604010131 syahruli Mauliddin SDN 03 Sumbersari 15
2880 1604010125 Bagus Putra Widiarko SDN 03 Sumbersari 15
2881 1604010113 Alfian Darma Kusuma SDN 05 Kepatihan 15
2882 1604010023 Abdan Adila Menawan SDN 06 Kepatihan 15
2973 1604010094 ODIE SOENARYO SDK INDRA SISWA BWS 15
2974 1604010002 DINI AISYAH NINDYA SDN 05 KEPATIHAN JEMBER 15
2975 1604010086 BEAVIS ENRICO HARJO SDK INDRA SISWA BWS 15
3160 1604010083 Samudra Halim SDK Indra Siswa Bws 14
3164 1604010026 GHANI ABDULLAH ERSA SDS 01 MOCH AMBULU JBR 14
3165 1604010172 RIZQI EKA FAIQOTUL M SDS TOMPOKERSAN LMJ 14
3183 1604010173 Moch. Satria w. SDS Tompokersan 13
3184 1604010101 Debby Sandy Rahayu SDN 01 Dabasah 13
3222 1604010055 RAKA JALU RISANTO SDN 2 KARANGREJO 12
3223 1604010014 WILLIAM MURSIDAN SDS AL BAITUL AMIEN 12
3251 1604010159 Helmi Alvando Dimas SDN 05 Kepatihan 11
3312 1604010003 Dwi Putra Prayogo SDN 03 Jember Lor 10
3313 1604010045 Andrianarosa Cansella SDN 02 Karangrojo 10
3314 1604010175 Muhammad Hudaiifi SDS Nasional 10
3386 1604010132 YANUAR RIZKY RAMADHAN SDN SUMBERSARI JEMBER 10
3521 1604010099 Kevin Dwi Jaya P. SDN 01 Dabasah 9
3563 1604010006 ANDRE KRISTANTO SDS MARIA FATIMA 7
3589 1604010149 Erina Fatmawati SDN 02 Sarikemuning Lmj 6
3640 1604010003 Reagung Diera Langit SDN 05 Kepatihan 5
3697 1604010020 RACHIELVIO SDN 06 KEPATIHAN 5
3698 1604010124 ADELIA INTAN DEA P SDN 01 SUMBERSARI JBR 5
3699 1604010118 JULIAN DWI NOVALDI SDN 01 SUMBERSARI JBR 5
3822 1604010111 Aldilla Putri MI At-Taqwa 3
3823 1604010105 Ihsan Maulanar R. SDIT Harapan Umat 3
3824 1604010085 Olivia Wijaya SDK Indra Siswa Bws 3
3843 1604010157 Siti Nur Jannah SDS MI Nuris Kota Lmj 2
4016 1604010073 YOVITA HARSONO SDKS INDRA SISWA -1
4044 1604010121 Fitri Aulia Rachmi SDN 01 Sumbersari -4
4046 1604010082 OKTAVEANA SUG ARTI TJ SDK INDRA SISWA BWS -4
4061 1604010147 Nur Faizah SDN 02 Sarikemuning Lmj -5
4078 1604010130 AZMI NUR FADILLAH SDN 03 SUMBERSARI JBR -5
4134 1604010025 Nugroho Eko Susanto SDN 01 Moch. Ambulu -10
4175 1604010153 Riyadunniam SDS MI Nuris Kota Lmj -14

Tulisan Sebelumnya »