Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Kompetisi Matematika Pasiad VIII tahun 2011

Untuk wilayah Jember dan sekitarnya, akan dilaksanakan pada

Hari: Minggu, tanggal 11 Desember 2011.

Berikut Informasi pelaksanaan di lokasi Jember,  Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi

Tempat pendaftaran – Jember (termasuk wilayah Banyuwangi bag. selatan):

1. Rumah Belajar Matematika Jember, Pondok Bedadung Indah U-10, 081336842855

2. SD Muhammadiyah 1 Jember, Jl. Mastrip 2, 08970569654

3. SD Integral Luqman Al-Hakim Jember, Jl. Kaliurang 5, 085258064064

Pelaksanaan Jember: SD Muhammadiyah 1 Jember. 0331-330640

 

Tempat pendaftaran  – Lumajang: (mencakup juga Probolinggo dan Pasuruan)

TP3L Lumajang, 085860291910

 

Pendaftaran dan pelaksanaan:

Bondowoso: MI At-Taqwa Bondowoso, Jl. Letnan Sutarman,

Situbondo: SDIT Nurul Anshar Situbondo, Jl. Ijen 1,

Biaya Pendaftaran: Rp. 20 000,-

Secara resmi nampaknya Pasiad belum mengumumkan hasil  babak final, namun data tersebut sebenarnya sudah bisa diakses di website http://matematika.pasiadindonesia.org/ cuma bukan di halaman paling depan, melainkan harus masuk dari samping melalui alamat http:/matematika.pasiadindonesia.org/menu.php

silakan di-klik di kedua alamat yg berbeda di atas untuk melihat perbedaannya.

Isi datanya sebagian masih terpotong-potong terutama data nama sekolah peserta. Mungkin pasiad mau memperbaiki data tersebut lebih dahulu sebelum diumumkan lewat pintu utama?

Surabaya Awal April 2011

Adalah kejadian yang cukup mengesankan, perjalanan ke Surabaya kali ini. Pak Tas (saya sendiri) bersama Bu Nurul (isteri) dan Adiba, Ghozi, Aqila dan Aulia berangkat dari rumah untuk ke Surabaya sekitar jam 1/2 3 pagi. Biasa dengan mengendarai teman tua kita panther yang (aslinya) berwarna merah tua tahun jauh sebelum angka 2000 dipakai sebagai tahun.

Awalnya sih, lancar-lancar saja. Lampu menyala terang, pokoknya kebanyakan beres deh. Namun mendekati Lumajang rasanya ada yang kurang beres, lampu 90 watt kita kok sepertinya agak meredup. Saya curiga aki tidak terisi, makanya langkah pertama kita adalah mematikan AC dan membuka jendela.

Naik dari Lumajang ke arah utara, ternyata meredupnya lampu tambah meyakinkan, dan tiba-tiba, entah di daerah mana, sepertinya setelah Ranuyoso, tiba-tiba mak “pet” lampu depan alias head lamp berhenti menyala alias tidak menyala alias padam.

Tentu saja hal tersebut cukup membahayakan untuk perjalanan malam, maka kita lalu minggir setelah sebelumnya mencari pinggiran yang agak lebar.

Lampu saya ambil, saya tes (dengan disambungkan langsung ke terminal aki), ternyata tidak putus. Lha lalu kenapa tidak menyala (jawabnya adalah karena tegangan aki terlalu rendah sehingga tidak mampu menyambungkan kontak pada relay lampu – saya tahu hal ini baru setelah sampai Surabaya, pada saat peristiwa tersebut masih belum tahu).

setelah yakin bola lampu tidak putus, lalu saya coba menghidupkan kembali lampu depan, ternyata mau menyala lagi, maka kita pun berangkat meneruskan perjalanan lagi. namun mendekati jembatan sebelum pabrik kertas Leces, lampu padam lagi. Mobil kita carikan tempat agak terang dan kita pinggirkan. Berhenti sambil berpikir apa yang perlu dilakukan?

Akhirnya kita putuskan untuk meneruskan perjalanan ke masjid depan pabrik kertas leces dengan hanya mengandalkan lampu kota. dengan pelan-pelan serta jalan di pinggir akhirnya bisa masuk ke halaman masjid yang ternyata sedang banjir (padahal biasanya tidak pernah banjir, minimal selama berkali-kali parkir di halaman masjid tersebut pada berbagai perjalanan).

Meskipun banjir masuk juga ke halaman masjid dan mencari tempat yang agak tidak terlalu dalam airnya. Saat itu sekitar pukul 4 pagi, jadi kita putuskan untuk sekalian menunggu waktu subuh. mesin kendaraan sementara itu tidak berani dimatikan (yakin aki tekor dan tidak mungkin bisa start lagi kalau mesin mati).

Setelah sholat subuh lampu saya coba nyalakan, ternyata bisa nyala, maka mobil saya arahkan untuk keluar halaman masjid. Namun ternyata sampai pintu luar, lampunya mati lagi. Akhirnya kita bawa mobil masuk lagi untuk menunggu hari agak terang.

Baru setelah jam 5 lebih berapa saya agak lupa, jalanan sudah cukup terang sehingga saya berani mengendarai mobil hanya mengandalkan lampu kota. Dan lama-lama hari semakin terang sehingga akhirnya lampu kota pun boleh dipadamkan.

keluar dari kota probolinggo lalu lintas mulai pelan merayap. Menurut berita di Pasuruan tyerjadi banjir yang cukup parah di jalan utama sehingga tidak bisa dilewati kendaraan. Pikir saya lumayan parah juga, kalau macetnya sampai di Probolinggo (baru pada perjalanan pulang saya tahu bahwa kondisi jalan memang penuh lubang sehingga tanpa banjirpun kendaraan tidak bisa bergerak cepat).

Setelah merayap pelan dan sering berhenta-berhenti, akhirnya entah di  daerah mana, kendaraan dibelokkan ke kiri oleh polisi. Selanjutnya kita mengikuti jalan kecil ke selatan. Lumayan jauh juga, setelah itu belok ke barat, setelah itu belok keselatan lagi (semuanya pelan lho!) Dan di jalan kecil itu lebih banyak berhentinya dibanding berjalannya. Walhasil, dari keluar kota probolinggo sekitar jam 1/2 6 pagi, keluar dari pasuruan sudah sekitar jam 9 atau 1/2 10.

saya belum cerita bahwa pperjalana ke Surabaya hari itu rencana semula mau mengikutkan Adiba (dan Ghozi) untuk mengikuti KMNR di Al-Hikmah. Namun ternyata yang semestinya jam 9 adalah waktu untuk mulai mengerjakan soal babak penyisihan, malah kita masih ada di pasuruan, ya  entah nanti bagaimana, pokoknya kita teruskan perjalanan ke Surabaya.

Jam 1/2 11 sudah melewati bundaran waru, sampai di depan dinas peternakan, setelah al-hikmah tinggal sedikit lagi ke utara terus belok kiri, setelah sekian lama berdoa agar mesin tidak mati, namun ternyata apa yang kita takutkan dari semalam terjadi: MESIN MATI!, dan terjadinya di tengah jalan, di jalur tengah lagi. Akhirnya di tengah padatnya lalu lintas surabaya jalan A Yani, entah bagaimana saya dan isteri berhasil mendorong mobil ke tepi. Okelah: time out! istirahat dulu sambil nanti berpikir.

Lama-lama capai juga bercerita.

yang penting pointnya adalah

- hati-hati menyiapkan kendaraan sebelum bepergian.

- manusia merencana, tapi Allah punya rencana yang lain.

kelanjutannya? kalau sempat.

Adiba Memperoleh Perunggu

Alhamdulillah pada IMSO (International Mathematics and Science Olympiad ke-7 tahun 2010 yang dilaksanakan di Denpasar Bali tanggal 10 – 16 Oktober 2010, Adiba Nur Ashri Ramadhani yang sekarang merupakan siswa kelas 6 SD Al Irsyad Al Islamiyyah Jember memperoleh medali perunggu.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberi dukungan dalam bentuk apapun.

Adiba Nur Ashri Ramadhani Wakili Indonesia dalam Ajang IMSO

Sempat Kesulitan Bahasa Inggris dalam Matematika Analisa

Lagi-lagi siswa dari Jember mampu menorehkan prestasi di ajang internasional. Dia adalah Adiba Nur Ashri Ramadhani, siswa kelas 6 SD Al Irsyad Al Islamiyah. Dia baru saja mengikuti karantina selama 1 minggu di Jakarta guna menghadapi Olimpiade tingkat internasional (IMSO) bidang matematika tingkat SD.

Nur Fitriana, Jember

Lanjut Baca »

Berita Adzka di Radar Jember

Radar Jember

[ Sabtu, 14 Agustus 2010 ]
Adzka Muhammad Mumtaz, Siswa SMP dengan Seabrek Prestasi Olimpiade

Termotivasi Prestasi Kakak, Senang Baca Serial Komik

Banyak prestasi yang telah diraih Adzka Muhammad Mumtaz mulai prestasi olimpiade tingkat kabupaten maupun nasional. Keinginan lelaki yang kini duduk di bangku kelas VIII SMP untuk menekuni bidang sains dan matematika ini, sudah terlihat semenjak duduk di bangku SD.

Nur Fitriana, Jember

Lanjut Baca »

Sebagai lanjutan tulisan sebelum ini, ini adalah cerita bagian keduanya.

Setelah menunggu lebih dari 1 bulan, setengah mantap setengah tak mantap, akhirnya keluar pengumuman hasil seleksi terakhir Tim nasional IMSO 2010, yaitu 10 anak yang berhasil lolos menjadi tim Indonesia untuk mengikuti International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) tahun 2010. Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.